TOT BUMDES POLINELA

 

Kebangkitan Desa dimulai dari Anak Muda

Ada yang berbeda dengan Politeknik Negeri Lampung (Polinela). Saat yang lain mulai meninggalkan pertanian, kampus ini dengan yakin dan percaya diri memfokuskan diri di pertanian. Polinela bertekad untuk menjadi Kampus Mitra Tani dan akan dikukuhkan ketika peringatan diesnatalis nanti.


Dalam sambutan TOT Pendampingan Bumdes, Direktur Polinela Dr. Ir. Sarono, M.S.i., menyampaikan beberapa poin penting. Pertama masa depan Indonesia ada di pertanian dengan basis teknologi. Polinela telah menjalin kerjasama dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya mengembangkan solusi teknologi informasi untuk pertanian. “Saat ini sudah ada di beberapa lahan pertanian di Lampung yang semuanya dikendalikan dari handphone android. Kapan harus menyiram air, kapan harus memupuk, bahkan sistem tersebut bisa memberikan peringatan ketika tandon air kurang”. Poin kedua yang saya ingin sampaikan adalah semakin berkurangnya jumlah petani dan penyuluh pertanian di Indonesia. Hal ini telah menjadi kerisauan dari pemerintah pusat. Polinela telah memiliki jawaban nyata, sejak beberapa tahun ini kita bekerjasama dengan Pemerintah Propinsi, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) untuk memberikan beasiswa ke anak petani. Saat ini sudah lebih 250 lulusan beasiswa tersebut yang tersebar ke berbagai tempat. Poin ketiga adalah diperlukan pemahaman tentang Bumdes. Saat ini sudah ada bantuan dana yang sangat besar dari pemerintah pusat lewat Dana Desa, apabila tidak dikelola dengan lembaga yang profesional, akuntabel dan transparan maka manfaat dana tersebut tidak akan jangka panjang.

Polinela mengundang Tim Bumdes.id dan Sekolah Manajemen Bumdes untuk menyelenggarakan TOT Pendampingan Bumdes selama 2 hari. TOT ini diikuti oleh 35 orang terdiri dari 5 orang dosen dan 30 mahasiswa terpilih. Mahasiswa ini diseleksi dari 100 orang penerima beasiswa anak tani.

Meskipun acara dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu namun peserta semua dapat mengikuti dengan semangat dan penuh waktu. Tim dari Bumdes.id dan SMB adalah Rudy Suryanto, Yanni Setiadiningrat, Dr Nurdiono dan Dr Junaidi. Mereka semua adalah trainer yang sudah berpenggalaman dan dikenal memiliki jam terbang tinggi dalam pelatihan Bumdes. Bapak Rudy Suryanto membuka dengan filosofi Bumdes dan ketentuan peraturan dan perundang-undangan. Bapak Yanni S dari Ponggok bercerita tentang kisah sukses Bumdes Ponggok dalam mengentaskan warga miskin menjadi warga yang sejahtera. Dr Nurdiono, selain dosen merupakan pengusaha sukses di Lampung menjelaskan tentang teknik pemetaan potensi, pemilihan usaha dan penyusunan studi kelayakan. Dr Junaidi menjelaskan praktik akuntansi bumdes.



Pada hari kedua peserta dibagi menjadi 6 Kelompok dan diminta praktik langsung untuk membuat pemetaan potensi dan presentasi proposal usaha. Diluar dugaan kami presentasi yang dilakukan oleh para mahasiswa sangat komprehensif dan menarik. Mereka dengan jeli mampu memetakan potensi dan mengemas potensi tersebut menjadi peluang usaha. Teknik presentasi dan kepercayaan diri mereka juga sudah cukup matang.

Pada sesi tanya jawab dan diskusi di luar forum, kami melihat semangat dan komitmen kuat dari pada mahasiswa untuk kembali dan membangun desa. Mereka cerita bahwa mereka memiliki banyak ide membangun desa meskipun masih sering belum diterima oleh pihak aparat desa. Kami memberi motivasi mereka untuk maju terus. Ketika sudah memiliki ide dan gagasan, segera cari kawan dan realisasikan, meskipun dalam skala terbatas. Pak Yanni Setiadiningrat menambahkan bahwa Ponggok bisa seperti ini semua karena diawali dari mimpi. Maka mari bermimpi yang tinggi, mimpi yang gila. Karena dibutuhkan satu orang ‘gila’ agar desa keluar dari lingkaran setan kemiskinan.

Setelah dua hari di Lampung, kami merasa bahwa semangat kemandirian dan kedaulatan desa semakin menyebar di berbagai tempat di Indonesia, dan kami jadi semakin yakin apabila ditambah semangat anak muda maka mimpi-mimpi indah itu satu persatu akan menjadi nyata.



Kebangkitan Desa dimulai dari Anak Muda. Semangat Muda + Potensi Desa = Peningkatan Kesejateraan Masyarakat. Terimakasih Polinela atas Inspirasinya

 

sumber : http://bumdes.id/blog/2018/01/08/kebangkitan-desa-dimulai-dari-anak-muda/